Lucky Bastard | Suka uler, takut kecoa | Punk | CurvaNord | @AdorablePunk
iUNO!
Kejadian bom di Boston Marathon kemarin cukup membuat gempar banyak orang, tak terkecuali di dunia maya.
Seperti sudah saya duga sebelumnya, karena bom terjadi di US, tentu mata semua orang dan media besar di seluruh dunia menuju kesana. Di Timeline twitter dan facebook saya juga cukup rame dengan nada yang berbeda, nada mencibir karena exposure yang katanya berlebihan. 3 orang di Amerika meninggal dan puluhan luka, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebijakan luar negeri pemerintahnya yang menyerang negara lain dengan korban jauh lebih banyak.
Apakah kebencian terhadap pemerintah Amerika sudah begitu mendarah daging sehingga di mata mereka korban bom adalah warga negara Amerika, bukan sebagai manusia dan tidak perlu mendapat empati sedikit pun?
Kalau alasannya adalah memberi perspektif yang lain, maka di tulisan ini juga saya mencoba memberi perspektif lain bahwa orang Amerika adalah manusia biasa, rakyat yang hidupnya juga struggle, sama seperti rakyat Indonesia. Foto-foto diatas adalah sebagian kecil potret kehidupan masyarakat Amerika (khususnya San Francisco).
Orang-orang seperti ini lah yang menjadi korban bom teroris tak kenal ampun tersebut..dan orang-orang ini juga yang kalian benci karena kebijakan pemerintahnya. Orang-orang yang belum tentu juga mendukung kebijakan perang Bush.
Rasa kemanusiaan tidak perlu berhenti sampai di batas negara kan? Why should love stop at the border?
If I could get another chance, another walk, another dance with him. I’d play a song that would never ever end. How I’d love love love to dance with my father again. I will always miss you… :)
Obscene Extreme Asia 2013. 6-7 April 2013. Bumi Perkemahan Ragunan - Jakarta, Indonesia.
Thoughts of a Dying Atheist…
Sing for absolution…
Can I keep you forever?
inna lillahi wa inna illaihi rajiun…